kostas manolas

5 Pelajaran Berharga Dari AS Roma Saat Mengalahkan Barcelona

Perempat final Liga Champions kemarin menjadi pelajaran berharga tentang pantang menyerah dan comeback luar biasa AS Roma saat menyinkirkan Barcelona pada Liga Champions musim ini.

Raksasa Barcelona datang berkunjung ke Stadio Olimpico Roma bermodalkan kemenangan besar 4-1 di Camp Nou. Tetapi dalam sepak bola selalu ada kejutan dimana kemenangan besar itu justru membuat Srigala Roma kian buas sewaktu menjamu Barcelona. Tim ibukota Italia tersebut sukses menepis banyak prediksi yang menjagokan Barcelona bakal mudah mengalahkan Roma, faktanya Blagurana harus tersingkir dengan aggregat 4-4 kalah keunggulan gol tandang.

El Barca memang tampil biasa saja namun yang menarik justru tim asuhan Eusebio Di Francesco menunjukan kualitas sebenarnya AS Roma tulisan dikutip dari sini dengan menyingkirkan Barcelona 3-0 di Olimpico Roma.

Dari hasil tersebut setidaknya ada 5 pelajaran berharga yang bisa dipetik dari comeback AS Roma saat mengalahkan Barcelona.

De Rossi Belum Habis

Sehabis musim 2017/2018 inh kontrak Daniel De Rossi dengan klub masa kecilnya hanya bersisa setahun lagi. De Rosi mungkin sudah tidak lagi bisa bergerak sedinamis mungkin karena termakan usia. Namun semangat dan juga kecintaannya terhadap AS Roma itu mampu mengalahkan segalanya dan akhirnya kemampuan terbaik De Rossi kembali muncul lagi pada perjuangan AS Roma kemarin saat melawan Barcelona.

Bintang legenda AS Roma kini telah menginjak usia 35 tahun menjadi kapten yang baik juga kunci permainan lini tengah AS Roma saat comeback kemarin.

Umpang lambung De Rossi menit ke 6 kepada Edin Dzeko dapat membawa Roma unggul dalam babak pertama. Hanya nama info artiket asli Alessandro Florenzi yang mampu membuat peluang lebih banyak dari pada De Rossi dengan perbandingan 3:2 dalam semua duel yang sudah dijalani.

De Rossi juga tidak tergantikan dalam hal mengeksekusi tendangan Penalti. Ia mampu mengkonversi peluang penalti yang diberikan wasit saat Dzeko dijatuhka Pique pada kotak terlarang. Gol dari sang kapten itulah yang membuat semangat Srigala Roma kian membara hingga pada puncaknya Kostas Manolas mampu menanduk bola hasil sepak pojok dan mengelabuhi ter Stegen.

Barca Kerap Kesulitan Bermain Diluar Kandang

Mungkin bisa jadi karena kutukan jersey warna biru langit yang membuat nasib sial Barcelona. Tapi terlepas dari kutukan, penampilan Barca memang tidak sebaik jika Lionel Messi cs bermain di Camp Nou Stadium.

Markas besar AS Roma di Olimpico terkenal angker sebab Roma faktanya sudah mencatatkan 5 kali clean sheet kala berduel di Olimpico. Ini terbukti berita rujukan dengan Barcelona yang mati-matian menembus gawang Allison namun kerap gagal.

Barcelona hingga saat ini dalam periode 9 tahun terakhir tidak mampu lolos lebih jauh karena sang bintang Messi tidak bisa membuat gol.

Seberapapun Kokohnya Pertahanan Barcelona Masih Bisa Ditembus

Faktor penting kuatnya Barcelona musim ini adalah karena pertahanan mereka yang rapat dan solid. Sebelum pertandingan leg kedua Barcelona melawan AS Roma, anak asuh Ernesto Valverde tersebut hanya kemasukan 3 gol sepanjang Liga Champions musim ini.

Dari enam laga penyisihan hingga fase knock out Liga Champions musim ini Andre Ter Stegen hanya kebobolan dari Olympiakos, Chelsea, dan terakhir AS Roma leg pertama. Pemain yang sukses membuat gol tersebut adalah pemain bertahan Olympiakos Dimitris Nikolaou, Willian, dan yang terakhir Edin Dzeko. Kekalahan dari Roma kemarin adalah pertama kalinya Blaugrana kebobolan lebih dari satu gol.

Striker Bosnia Edin Dzeko memang masih menjadi momok menakutkan untuk pertahanan Barcelona. Dzeko mencetak gol menit ke enam disusul De Rossi babak kedua dan juga Manolas menit ke 83. Tiga gol tersebutlah yang memastikan AS Roma mengunci tempat di Semifinal Liga Champions Eropa.

Duet Centurion

Duet maut yang terkenal antar Liones Messi dan juga Andres Iniesta menjadi kunci kesuksesan Barcelona beberapa tahun belakangan. Mereka klik disini untuk info selengkapnya menciptakan sejarah menjadi rekan tim yang sudah bermain sebanyak 100 kali dalam Liga Champions Eropa

Pertandingan kemarin di Olimpico tampaknya bakal menjadi duet terakhir Iniesta Messi sebab banyak kabar burung beredar Andres Iniesta akan segera memutuskan pensiun dari sepak bola tahun ini.

Tidak Lagi Kejar Sejarah

Barcelona sedang dalam perjalanan mengejar sejarah dengan meraih treble Winners ketiga selama berdirinya klub ini. Sebelumnya juga pernah ada tim-tim yang meraih treble 2 kali pada musim 2008/09 ketika Pep Guardiola masih melatih sumber berita dari tautan ini dan tahun 2014/15 dapa era Luis Enrique. Sepanjang sejarah hanya lima klub yang dapat memetik treble winner yakni Celtic, Ajax, Manchester United, Inter Milan, dan PSV.

Perburuan sejarah memang sudah tidak mungkin tecapai namum Ernesto Valverde masih bisa meraih titel ganda untuk kompetisi Liga Domestik musim ini.

Disamping itu Roma lah sekarang yang tengah mengejar sejarah baik jika bisa meraih gelar juara Liga Champions Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.